INILAH.COM, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Masyarakat TV
Sehat Indonesia Fahira Idris meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
menghentikan beberapa tayangan sinetron yang ada di beberapa stasiun
televisi (TV) merendahkan simbol umat Islam.
Fahira mengatakan tayangan-tayangan sinetron saat ini banyak yang menggunakan judul terminologi Islam, namun isi dan jalan ceritanya jauh dari perilaku Islami.
Bahkan tidak jarang dalam tayangan tersebut, karakter ustaz dan haji, yang merupakan tokoh panutan di tengah-tengah masyarakat melakukan tindakan di luar kepatutan, seperti digambarkan suka mencela, iri, dengki, dan sama sekali tidak ada pesan Islam di dalamnya.
"Tayangan sinetron-sinetron tersebut telah memunculkan persepsi buruk tentang tokoh panutan dalam agama Islam. Jelas hal ini sangat meresahkan masyarakat, " kata Fahira dalam keterangan persnya, Selasa (16/4/2013).
Dia mengatakan, saat ini, masyarakat merindukan hadirnya tayangan-tayangan TV yang sehat, mendidik, dan berkualitas. Untuk itu, masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat TV Sehat Indonesia mendesak agar KPI menghentikan tayangan-tayangan sinetron yang merendahkan simbol umat Islam.
"Tentu saja, yang tidak kalah pentingnya, kami juga mengajak masyarakat Indonesia agar lebih cerdas dalam memilih tayangan yang bermanfaat bagi diri dan keluarga," kata Fahira.
Sementara itu, Sekretaris Masyarakat TV Sehat Indonesia Bayu Priyoko merasa risau dan malu menonton tayangan-tayangan sinetron yang mengusung simbol Islam.
Umumnya sinetron-sinetron itu mengambarkan karakter simbol Islam dengan karakter yang kurang tepat karena terlalu mengedepankan karakter negatif seorang haji misalnya karakter jahil, bodoh, tamak, kikir, dan sifat tercela lainnya.
Fahira mengatakan tayangan-tayangan sinetron saat ini banyak yang menggunakan judul terminologi Islam, namun isi dan jalan ceritanya jauh dari perilaku Islami.
Bahkan tidak jarang dalam tayangan tersebut, karakter ustaz dan haji, yang merupakan tokoh panutan di tengah-tengah masyarakat melakukan tindakan di luar kepatutan, seperti digambarkan suka mencela, iri, dengki, dan sama sekali tidak ada pesan Islam di dalamnya.
"Tayangan sinetron-sinetron tersebut telah memunculkan persepsi buruk tentang tokoh panutan dalam agama Islam. Jelas hal ini sangat meresahkan masyarakat, " kata Fahira dalam keterangan persnya, Selasa (16/4/2013).
Dia mengatakan, saat ini, masyarakat merindukan hadirnya tayangan-tayangan TV yang sehat, mendidik, dan berkualitas. Untuk itu, masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat TV Sehat Indonesia mendesak agar KPI menghentikan tayangan-tayangan sinetron yang merendahkan simbol umat Islam.
"Tentu saja, yang tidak kalah pentingnya, kami juga mengajak masyarakat Indonesia agar lebih cerdas dalam memilih tayangan yang bermanfaat bagi diri dan keluarga," kata Fahira.
Sementara itu, Sekretaris Masyarakat TV Sehat Indonesia Bayu Priyoko merasa risau dan malu menonton tayangan-tayangan sinetron yang mengusung simbol Islam.
Umumnya sinetron-sinetron itu mengambarkan karakter simbol Islam dengan karakter yang kurang tepat karena terlalu mengedepankan karakter negatif seorang haji misalnya karakter jahil, bodoh, tamak, kikir, dan sifat tercela lainnya.
"Saya sempat berpikir, apakah ada agenda TV tertentu yang ingin merendahkan agama mayoritas negeri ini?" kata Bayu. [rok]
Sumber : www.inilah.com


0 komentar:
Posting Komentar