Peredaran kunci jawaban tersebut menggunakan modus yang bervariatif. Bahkan, disinyalir dilakukan oleh jaringan yang terstruktur. Harga satu paket kunci jawaban dibandrol Rp120-150 ribu per siswa.
“Dari informasi yang kita gali ada beberapa modus. Masing masing sekolah berbeda kunci jawabannya. Ada yang berbentuk lajur dari atas ke bawah. Ada yang berbentuk kolom menyamping. Ini menandakan paket kunci masing-masing sekolah yang berbeda,” ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan, Selasa (23/4/2013).
Dia menemukan kunci jawaban tersebut di sejumlah sekolah SMA penyelenggara UN. Setiap satu sekolahan, ada koordinatornya. Kemudian dari sekolah tersebut ada siswa yang memiliki peran sebagai pengepul menyodorkan kunci jawaban itu ke sesama temannya.
“Selain ada koordinatornya, juga ada penanggung jawabnya. Kemudian diatasnya lagi, dengan istilah pemegang wilayah Kota atau Kabupaten Kediri. Harga kunci jawaban tersebut setiap siswa ada Rp120-150 ribu."
Sebelumnya, sempat tersiar kabar jika UN tingkat SMA, MA dan sederajat di Kota Kediri telah bocor. Di sejumlah sekolah penyelenggara diisukan terjadi peredaran kunci jawaban. Bahkan, Dewan Pendidikan Kota Kediri (DPKK) sempat melakukan penelusuran bersama pihak kepolisian.
Tetapi Wali Kota Kediri Samsul Ashar menampik semua kabar maupun isu ihwal peredaran kunci jawaban UN SMA, MA dan sederajat. Wali Kota menilai isu peredaran kunci jawaban tersebut hanya menyesatkan.
Sementara itu, data Dinas Pendidikan Kota Kediri, peserta UN SMA, MA, dan sederajat di Kota Kediri sebanyak 9.606. Rinciannya, SMA dan MA sebanyak 4.645 peserta. SMK sebanyak 4.971 peserta. Adapun jumlah penyelenggaran sebanyak 20 lembaga terdiri dari MA 5 lembaga dan SMK 24 lembaga. [beritajatim]
Sumber : www.inilah.com


0 komentar:
Posting Komentar