INILAH.COM, Kuala
Lumpur – Penasihat Partai Aksi Demokrasi Lim Kit Siang mengatakan ketua
Barisan Nasional Najib Razak bukanlah orang yang menjadi penentu
kampanye koalisi partai berkuasa di Malaysia.
Dalang
yang paling berpengaruh dalam merancang kampanye Barisan Nasional
justru adalah pemain senior yang menjadi semacam “non-playing captain”
bekas perdana menteri Malaysia yang bertitah selama 22 tahun: Dr
Mahathir Mohamad.
“Saya
menyebut secara khusus Mahathir sebagai politisi paling perkasa di
tubuh UMNO daripada PM dan ketua UMNO Najib Razak. Karena itu Mahathir
bisa mengultimatum Najib harus memberi jalan kepada Muhyiddin Yassin
sebagai Perdana Menteri jika Najib gagal mencapai hasil yang lebih baik
bagi UMNO/BN dibanding hasil pemilihan umum 2008,” ujar Lim, seperti
ditulis Harakah Daily, Kamis (11/4).
Lim
Kit Siang duduk di kursi oposisi selama Mahathir berkuasa, dan kini
menjadi penasihat DAP yang merupakan bagian dalam koalisi Pakatan
Rakyat.
Lim
bilang mengenai prediksi hari kiamat buat kepemimpinan Najib itu tak
boleh diremehkan. Ingtlah, betapa pedasnya omongan Mahathir saat ia
mendorong kejatuhan Abdullah Badawi dari kursi perdana menteri karena
dianggap lemah dan tak menuruti perintah sang mentor.
Lim
menyimpulkan, Najib yang diam seribu basa terhadap pidato Mahathir yang
mendukung Perkasa, sekutu sayap kanan BN, menunjukkan bahwa ketua UMNO
ini takut terhadap Mahathir.
Mahathir
pernah mengatakan Malaysia akan lebih aman jika ada lebih banyak orang
seperti Ibrahim Ali, ketua Perkasa. Perkasa adalah onderbouw UMNO yang
mengunggul-unggulkan keperkasaan puak Melayu dalam masayarakat
multietnik Malaysia.
Mahathir, meskipun sudah
berumur 87 tahun, masih hiperaktif menurut Lim, menjadi taruhan kedua
bagi jabatan Najib dan agenda trasformasi nasionalnya.
Sumber : www.inilah.com

0 komentar:
Posting Komentar