Home » » Persebaya 1927 Disebut Palsu, Bonek Protes

Persebaya 1927 Disebut Palsu, Bonek Protes

Written By Unknown on Senin, 15 April 2013 | 9:11 PM

INILAH.COM, Surabaya – Ribuan Bonek Mania (julukan suporter Persebaya) mendatangi kantor Walikota Surabaya dan Pengurus Provinsi Jawa Timur untuk memprotes hasil dari Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013.
Tim legendaris Persebaya Surabaya terpecah pada 2010 lalu setelah sebagian pengurusnya mengusung bendera Persebaya 1927 untuk tampil di liga ilegal yang hanya bertahan setengah musim, yakni Liga Prima Indonesia (LPI). Sebagian pengurus lain tetap mempertahankan Persebaya Surabaya di Divisi Utama di bawah pengelola resmi kompetisi PSSI, PT Liga Indonesia.
Saat Djohar Arifin Husin terpilih sebagai ketua umum menggantikan Nurdin Halid, PSSI mengharamkan ISL serta divisi turunannya di bawah PT Liga Indonesia kemudian membuat Liga Primer Indonesia (IPL) di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Persebaya 1927 berpindah ke IPL sementara Persebaya Surabaya tetap di Divisi Utama.
Masalah muncul seputar hak keikutsertaan, setelah PSSI kembali mengakui kompetisi di bawah PT Liga Indonesia serta berniat menggabungkan kompetisi di bawah PT Liga dengan kompetisi di bawah LPIS.
Rabu (10/4/2013) lalu, Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti menengaska bahwa Persebaya yang asli adalah Persebaya yang bermain di Divisi Utama, namun kubu Persebaya 1927 tak terima dan melapor ke Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo.
Mendengar keputusan tersebut, Bonek pun berdemo di depan kantor Walikota Surabaya dan Pengurus Provinsi Jawa Timur. Mereka memprotes hal itu.
"Kami melancarkan aksi demo ini secara damai. Kami ingin melawan atas ketidak puasan kami. Sebanyak 1000 Bonek ikut serta melakukan aksi menuntut kejelasan Persebaya yang merupakan aset bagi warga Surabaya," ujar Koordinator Bonek, Andi Penci kepada wartawan, Senin (15/4/2013).
Andi menilai Persebaya 1927 bukanlah tim kloningan. Pasalnya Andik Vermansyah saat ini bermain di kompetisi resmi PSSI di Indonesian Premier League. " Saya heran kenapa Persebaya kami dianggap palsu," keluhnya.

Sumber : www.inilah.com

0 komentar:

Posting Komentar