INILAH.COM, Jakarta - Harga bahan pangan pokok di sejumlah pasar masih mengalami kenaikan. Untuk produk hasil pertanian harganya mulai normal sedangkan produk peternakan masih mahal seperti telur dan daging.
Berdasarkan pantauan INILAH.COM di sejumlah pasar tradisional Jakarta yakni Tanah Abang, Palmerah, Ciputat, sejumlah harga sembako tidak mengalami perbedaan yang signifikan. "Kenaikan harga sembako sudah dirasakan hampir sebulan kemarin, namun ada juga harga sembako yang stabil bahkan turun harga," tutur Asep, Pedagang Tanah Abang, Jakarta pusat, Sabtu (20/04/2013)
Kenaikan harga sembako terjadi pada beberapa komoditas seperti telur, cabai. "Telur itu harga normalnya Rp16.000 sekarang sudah Rp22.000 naiknya cukup tinggi, pelanggan saya juga jadi turun," tuturnya.
Hal serupa juga dialami Solihin, pedagang sembako di pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Menurut dia, harga telur saat ini sudah lebih mahal dari beras sebesar Rp22.000 per kilo. Padahal telur merupakan bahan pokok yang banyak dibutuhkan masyarakat. "Selain sebagai sumber protein tinggi dan mudah diolah, sebagai bahan dasar makanan atau kue," ujarnya.
Sementara itu cabai terus mengalami lonjakan harga. Untuk cabai merah harga normalnya sekitar Rp15.000 per kilogram (kg). Namun saat ini harga cabai merah hampir mencapai Rp20.000 per kg. Kenaikan juga terjadi pada harga cabai rawit merah yang terus melambung hingga Rp40.000 per kg.
Kenaikan pada sejumlah komoditas cabe juga dikeluhkan oleh pembeli. "Cabai sekarang bukan hanya pedas di mulut, pedas juga di kantong. Masa harga cabai sama daging beda tipis," keluh Tina, salah satu pembeli di pasar Palmerah, Jakarta Barat.
Kenaikan harga telur, cabai dan barang sembako lain diduga karena pasokan yang terlambat masuk pasar di Jakarta. Namun, tidak semua barang pokok mengalami kenaikan, Contohnya saja untuk bahan pokok beras mengalami harga yang stabil.
Pedagang beras di pasar Ciputat, Fatimah (42) menuturkan bahwa saat ini beras tidak mengalami kenaikan. "Harga beras saat ini normal di kisaran Rp7.000 hingga Rp9.000 per kg, sudah lama beras bertahan dengan harga itu," tuturnya.
Hal serupa juga dialami Ati, Pedagang beras di pasar Palmerah mengungkapkan saat ini petani sedang musim panen padi, jadi harga beras normal. "Bahkan beras lokal lebih banyak peminatnya dibandingkan dengan beras import," ujarnya.
Begitupun dengan harga daging, harga daging sapi masih stabil di kisaran harga Rp95.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Untuk daging ayam harga bertahan Rp30.000 per kilogram.
"Harga daging beberapa pekan ini tidak mengalami perubahan, untuk ukuran normal seharusnya kan Rp90.000 namun saat ini kami menjual Rp95.000 hingga Rp105.000. Itu kami ingat pelanggan saja, seharusnya kami jual dengan harga
Rp120.000," ujar Abidin, salah satu pedagang daging pasar Ciputat.
Sementara, untuk harga bahan pokok lainnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan. contohnya, harga terigu naik Rp1.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, gula menjadi Rp14.000 dari Rp12.500 per kilogram.
Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada komoditas bawang putih, setelah beberapa bulan terakhir hingga Rp70.000 kilogram. Saat ini harga bawang putih sudah mengalami penurunan. Harga bawang putih mengalami penurunan harga menjadi Rp18.000 kilogram.
Menurut beberapa pedagang, penurunan harga ini terjadi karena bawang putih impor dari China. Komoditas tersebut sudah mulai masuk ke beberapa pasar tradisional.
"Diharapkan dengan masuknya bawang putih impor ini akan memulihkan kondisi pasar dan pasokan di pasaran sehingga harga sembako bisa kembali turun," tutur adi, pedagang di pasar Palmerah Jakarta Barat. [hid]
Sumber : www.inilah.com


0 komentar:
Posting Komentar