INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah diminta menjaga inflasi terkait terbitnya mekanisme dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Pasalnya, dampak dari kebijkan ini bakal menimbulkan efek bagi kalangan menengah ke bawah. "Ya pemerintah diharapkan bisa jaga inflasi tentunya. Pasti akan ada dampak meski kecil harus diantisipasi," ujar Pengamat Ekonomi UGM, Sri Adiningsih kepada INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (20/4/2013).
Dia menambahkan, timbulnya inflasi di lapangan lantaran kalangan menengah ke atas bakal menyiapkan kompensasi beban biaya kenaikan terhadap beban operasional bisnis manufaktur. Padahal sektor manufaktur erat kaitannya dengan laju konsumsi masyarakat.
"Itu tentu saja bisa terjadi. Nah, pemerintah harus tahan hal-hal yang berhubungan turunnya daya beli masyarakat," ujar dia.
Menurut dia, selama disparitas harga BBM subsidi tetap tinggi dibanding BBM non subsidi, permasalahan di lapangan akan tetap timbul. Sebab, disparitas harga yang tinggi menjadi celah oknum tertentu melakukan kecurangan.
"Tentu implementasi sulit di lapangan. Ada inflasi, tentu juga ada tindakan yang tidak terduga," ucapnya. [jin]
Sumber : www.inilah.com


0 komentar:
Posting Komentar