INILAH.COM, London - Bayern Munchen resmi menjadi juara Liga
Champions 2012-13 setelah mengalahkan Borussia Dortmund pada partai all German final di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu dini hari (26/5/13) WIB.
Dortmund sanggup memberikan tekanan di awal babak pertama. Pressing
ketat sejak di tengah lapangan dan serangan balik kilat menyulitkan
Munchen mengembangkan penguasaan bola. Namun tekanan tersebut mengendur
di babak kedua, membuat Ribery dkk lebih leluasa bermain dengan gayanya
sendiri.
Hasilnya, Mandzukic berhasil mencetak gol pembuka, meski
sempat dibalas lewat penalti Gundogan. Aksi Robben pada menit akhir
memastikan Munchen menjadi juara dengan skor 2-1.
Jalannya pertandingan:
Kedua
tim menurunkan formasi identik 4-5-1, memastikan permainan bakal ketat
di lini tengah. Pelatih Dortmund, Jurgen Klopp, yang tak bisa menurunkan
playmaker utama, Mario Gotze, menurunkan Sven Bender, Ilkay
Gundogan, Jakub Blaszczykowski dan Kevin Grobkreutz, sementara Marco
Reus sebagai penyerang lubang.
Di kubu Munchen, pelatih Jupp
Heynckes mengandalkan Franck Ribery dan Arjen Robben di sayap, serta
Javi Martinez, Thomas Muller serta Bastian Schweinsteiger di tengah.
Bermain
di partai final tak lantas membuat kedua tim demam panggung. Keduanya
langsung menampilkan permainan menyerang dengan serangan balik kilat,
yang konsisten ditampilkan sejak pertandingan awal Liga Champions hingga
partai pamungkas ini.
Perlahan, Dortmund terlihat lebih superior
dari Munchen. Die Borussen sanggup mematahakan serangan Munchen tak jauh
dari garis tengah lapangan dan mengubahnya menjadi serangan balik
mematikan.
Dua tembakan ke arah gawang membuat Munchen kian
tertekan. Tendangan jarak jauh Lewandowski pada menit ke-14 berhasil
dimentahkan Manuel Neuer. Kurang dari semenit kemudian, bomber Timnas
Polandia itu kembali mengancam gawang lawan. Tendangan first time Blaszczykowski menyambut umpan dari sayap kanan kembali ditepis Neuer.
Empat
menit kemudian, Reus menunjukkan aksi individu. Cepat ia menggiring
bola dari tengah menusuk ke dalam kotak penalti. Aksinya diakhiri dengan
tendangan ke arah gawang, namun bola kembali ditepis Neuer dengan
tinjunya.
Mental juara ditunjukkan Die Roten. Setelah beberapa
saat lamanya tertekan, mereka mulai bangkit menyerang. Sebuah serangan
kilat, yang berasal dari pelanggaran di tengah lapangan dibangun. Bola
mengalir cepat bersamaan dengan langkah Ribery di sayap kiri. Umpan
silangnya sanggup ditanduk Mandzukic, namun Weidenfeller juga sigap
menepisnya.
Menit ke-29, bola sanggup dicuri pemain Munchen dari
kaki Schmelzer. Sebuah umpan terobosan langsung dilepas kepada Robben di
sayap kanan, yang kemudian berhadapan satu lawan satu dengan kiper
lawan. Weidenfeller pun kembali menjadi pahlawan ketika ia mampu
menghentikan bola lob penyrang Timnas Belanda itu.
Giliran
Dortmund menyerang lima menit kemudian. Lewandowski ditempel ketat oleh
Boateng saat menerima umpan terobosan. Namun ia masih sanggup menggiring
bola hingga ke dalam kotak penalti dan melepas tendangan mendatar. Bola
berhasil ditepis Neuer.
Tempo permainan tak juga menurun di
penghujung babak pertama. Kedua tim masih mencoba menyerang secepat
mungkin ke jantung pertahanan lawan. Menit ke-43, Robben berhasil
mengontrol umpan lambung di kotak penalti lawan. Dari jarak kurang dari
tiga meter, tendangannya berhasil diblok Weidenfeller.
Hingga
babak pertama usai, belum ada gol tercipta. Munchen unggul dalam
penguasaan bola 63 banding 37 persen, namun Dortmund, yang mengandalkan
serangan balik, mampu melepaskan tembakan ke gawang lebih banyak, yakni 5
banding 3.
Tempo laga menurun di awal babak kedua. Dortmund
tampak terbawa permainan Munchen, bermain lebih lambat di lini tengah.
Alhasil, Munchen kian bebas mengembangkan permainannya.
Gol
akhirnya tercipta pada menit ke-60. Sebuah serangan dibangun dari sayap
kanan. Ribery kemudian melepas terobosan ke dalam kotak penalti untuk
Robben. Penyerang Timmnas Belanda itu berhasil melepas umpan silang
datar, yang dikonversi Mandzukic menjadi gol.
Namun keunggulan Die
Roten hanya bertahan tujuh menit. buah kecerobohan Dante. Entah apa
yang dipikirkan sang bek, ia tak mampu menahan nafsunya untuk menghalau
bola lambung dengan kakinya di kotak penaltinya sendiri, meski Reus
berada pada posisi yang lebih dekat. Alhasil, bola berhasil disundul
Reus sementara kaki Dante bersarang di perut sang gelandang.
Wasit
tanpa ragu meunjuk titik putih. Gundogan yang ditunjuk sebagai
eksekutor berhasil melesakkan bola ke sudut kiri bawah gawang lawan,
sementara Neuer melompat ke arah yang berlawanan. Kedudukan berubah
menjadi 1-1 pada menit ke-67.
Usai gol ini, tempo permainan
kembali menurun. Kendali permainan pun berada di kaki Munchen. Menit
ke-75, David Alaba memanfaatkan bola muntah dan melepaskan tendangan
dari luar kotak penalti ke arah tiang kiri gawang. Bola ditepis
Weidenfeller.
Lima menit kemudian, tendangan Mandzukic memanfaatkan bola silang Lahm hanya menerpa tiang gawang.
Munchen
akhirnya mencetak gol kedua pada menit ke-89. Ribery mendapat kawalan
dari dua bek saat menggiring bola ke dalam kotak penalti lawan. Strategi
ini efektif untuk membuat bola lepas dari kaki gelandang Prancis itu.
Namun bola muntah berhasil direbut Robben. Ia melewati satu bek lawan
sebelum menaklukkan kiper Weidenfeller dengan tendangan terarah ke sudut
kiri bawah gawang lawan.
Kedudukan 2-1 untuk Munchen bertahan hingga laga usai, trofi Liga Champions pun menjadi milik Die Roten.
Daftar pemain:
Borussia Dortmund:
Roman Weidenfeller; Neven Subotic, Mats Hummels, Lukasz Piszczek,
Marcel Schmelzer; Sven Bender (Nuri Sahin 91’), Ilkay Gundogan, Marco
Reus, Jakub Blaszczykowski (Julian Schieber 91’), Kevin Grobkreutz;
Robert Lewandowski. Pelatih: Jurgen Klopp.
Bayern Munchen: Manuel
Neuer; Dante, Jerome Boateng, Philipp Lahm, David Alaba; Franck Ribery
(Luiz Gustavo Dias 91’), Javi Martnez, Arjen Robben, Thomas Muller,
Bastian Schweinsteiger; Mario Mandzukic (Mario Gomez 94’). Pelatih: Jupp Heynckes.
Sumber : www.inilah.com


0 komentar:
Posting Komentar