“Pemerintah Libya hanya akan menahan orang-orang yang berbuat kriminal, bukan politis,” ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Magdi El-Arif. “Mereka yang terkait dengan rezim lama sekarang bisa bepergian di dalam dan keluar negeri.”
Pada bulan Februari 2011, protes rakyat Libya meletus menentang rezim Khadafi yang lama berkuasa. Menyusul pihak keamanan Libya berupaya menekan demo-demo, protes berubah menjadi pemeberontakan bersenjata.
Pada Oktober 2011, Khadafi ditangkap dan dibantai oleh massa saat mencoba mencoba melarikan diri ke kampung halamannya di Sirte, kota terakhir yang jatuh ke tangan kaum pemberontak yang dibekingi NATO.
Tiga hari setelah Khadafi tewas, Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) mendeklarasikan “pembebasan total” negara kaya minyak di Afrika Utara itu.
Menurut NTC, lebih dari 30.000 orang terbunuh selama pertumpahan darah yang melanda Libya selama sembilan bulan. [tjs]
Sumber : www.inilah.com


0 komentar:
Posting Komentar