Menurut Katherine, ia baru mengetahui suaminya terlibat pengeboman setelah foto Tamerlan muncul di televisi dan dikejar-kerjar polisi, ujar pengacara Amato DeLuca kepada Associated Press.
Biro Investigasi Federal (FBI) mengunjugi Katherine Russel, 24 tahun, di rumah orang tuanya di Rhode Island pada hari Minggu (21/4), tapi ia menolak bertemu rombongan FBI ini.
Hingga Senin kemarin FBI menolak berkomentar mengenai detail investigasi, termasuk apakah mereka mencoba bicara dengan Katherine atau tidak.
Media AS melaporkan wanita muda dan puteri kecilnya bernama Zahara, 3 tahun, pergi ke Rhode Island pada hari Sabtu pekan lalu dari apartemennya yang ditinggalinya bersama Tamerlan di Cambridge, Massachussetts.
CNN melaporkan pada Senin kemarin bahwa Katherine “mengerti mengapa FBI ingin bicara dengannya, tapi ia ingin bicara melalui para pengacaranya saat itu. Ia amat tertekan.”
DeLuca bilang bahwa Katherine terakhir melihat Tamerlan pada Kamis pagi, sebelum berangkat kerja sebagai tenaga pembantu kesehatan di sebuah rumah. Ia bekerja tujuh hari sepekan, sementara Tamerlan menjaga puterinya Zahara, ungkap DeLuca lagi.
“Tidak ada alasan bagi Katherine mencurigai Tamerlan terlibat penyerangan dalam Maraton Boston,” kata DeLuca.
DeLuca menceritakan Katherine bertemu Tamerlan Tsarnaev saat dia masih mahasiswa di Suffolk University di Boston dan dropped out ketika ia menikahi Tamerlan pada tahun 2009 atau 2010.
Ia dibesarkan dalam keluarga Kristen, tapi setelah berjumpa dan menikahi Tamerlan, Katherine masuk Islam. Kenapa ia masuk Islam? “Ia percaya ajaran Islam dan Alqur’an. Ia meyakini adanya Tuhan,” ucap DeLuca lagi. [tjs]
Sumber : www.inilah.com


0 komentar:
Posting Komentar