INILAH.COM, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta
pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna
pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Karenanya, lebih baik kompensasi BBM bersubsidi tersebut diarahkan untuk pengembangan EBT, pembangunan infrastruktur energi dan sektor riil di masyarakat," ujar Anggota Komisi VII DPR RI, Rofi Munawar, Rabu (10/4/2013):
Rofi mengatakan, jika pemerintah tetap bersikeras menaikan harga BBM bersubsidi, maka kompensasinya tidak boleh lagi berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) seperti kebijakan pascakenaikan BBM di masa lalu. Paslanya, BLT tidak dapat menyentuh persoalan pokok masyarakat baik di sektor konsumsi maupun sektor produksi.
Saat ini, pemerintah sedang merumuskan opsi pengurangan anggaran subsidi BBM di APBN. Salah satu opsi utamanya adalah dengan menaikan harga BBM bersubsidi.
Pasalnya, dalam APBN tahun anggaran 2013, alokasi anggaran subsidi mencapai Rp316,1 triliun. Alokasi anggaran belanja subsidi dalam APBN tahun anggaran 2013 tersebut akan disalurkan untuk subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun, yaitu subsidi BBM sebesar Rp193,8 triliun, dan subsidi listrik sebesar Rp80,9 triliun. [mel]
"Karenanya, lebih baik kompensasi BBM bersubsidi tersebut diarahkan untuk pengembangan EBT, pembangunan infrastruktur energi dan sektor riil di masyarakat," ujar Anggota Komisi VII DPR RI, Rofi Munawar, Rabu (10/4/2013):
Rofi mengatakan, jika pemerintah tetap bersikeras menaikan harga BBM bersubsidi, maka kompensasinya tidak boleh lagi berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) seperti kebijakan pascakenaikan BBM di masa lalu. Paslanya, BLT tidak dapat menyentuh persoalan pokok masyarakat baik di sektor konsumsi maupun sektor produksi.
Saat ini, pemerintah sedang merumuskan opsi pengurangan anggaran subsidi BBM di APBN. Salah satu opsi utamanya adalah dengan menaikan harga BBM bersubsidi.
Pasalnya, dalam APBN tahun anggaran 2013, alokasi anggaran subsidi mencapai Rp316,1 triliun. Alokasi anggaran belanja subsidi dalam APBN tahun anggaran 2013 tersebut akan disalurkan untuk subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun, yaitu subsidi BBM sebesar Rp193,8 triliun, dan subsidi listrik sebesar Rp80,9 triliun. [mel]
Sumber : www.inilah.com

0 komentar:
Posting Komentar