"Kita punya pasokan tapi tempatnya sendiri terpecah-pecah. Mau bawa pakai apa? Ngambilnya pakai apa?" tutur Susilo, Selasa (23/4/2013).
Menurut Susilo, persoalan infrastruktur penunjang gas memang terus menjadi permasalahan seiring teralihkannya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri bagi sektor penunjang transportasi, dan sektor industri.
Namun, menurut dia karena mahal dan sulitnya merealisasikan infrastruktur penunjang gas, membuat kegiatan ini sering tidak terealisasi. Misalnya saja infrastrukur seperti pembangunan pipa membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit untuk mengaliri gas sampai ke konsumen.
"Bangun pipa tidak seperti beli kerupuk. Suplai gas tapi infrastrukturnya tidak ada justru menyulitkan. Tentu bangun pipa pasar juga harus ada," ucapnya.
Untuk memecahkan masalah tersebut, pihaknya mengaku telah melakukan pemetaan terhadap infrastruktur penunjang distribusi gas dan besaran kebutuhan energi di tahun-tahun berikutnya. Langkah ini menurut Susilo, dapat terealisasi jika dibahas dengan komprehensif oleh pemangku kepentingan terkait. [mel]
Sumber : www.inilah.com


0 komentar:
Posting Komentar